Coco Rocha for ELLE Brazil, May 2012.
#Coco Rocha #ELLE #Elle Brazil #magazine cover
. Mashita Fandia . Indonesian . 21 . movies-lover . books-eater . magazines-junkie . SNSD's sone . 2PM's hottest . Kpop . Kdrama . independent . rock n' roll . Moto GP . follow me on twitter: @mashitafandia
Coco Rocha for ELLE Brazil, May 2012.
@1 day ago“According to the myth, the gods tie an invisible red string around the little finger of people who are destined to be soul mates and will one day marry each other.” It can get twisted and knotted, but it will never be broken.
“It has been a mindlessly hectic schedule working on these dramas back to back. It’s so odd how quiet things are around me now, it makes me a bit sad.” –Hong Jung Eun
Apa yang orang-orang kerap perhatikan dari sebuah serial drama Korea? Biasanya, orang-orang akan lebih dulu menaruh perhatian terhadap pemain-pemain di dalamnya. Apakah serial tersebut dimainkan oleh aktor yang tampan dan aktris yang cantik, atau apakah aktor dan aktris favorit mereka turut berpartisipasi dalam serial tersebut. Selain itu, biasanya orang-orang akan memperhatikan jalan ceritanya. Tentu saja jalan cerita dan plot merupakan kunci penting dalam sebuah serial drama. Tanpa plot yang apik dan menarik, mau memasang bintang setenar siapapun, sebuah serial drama tidak akan menuai kesuksesan. Paduan dari daftar pemain yang bertalenta serta jalan cerita yang bagus tentunya menjadi kombinasi utama dari kesuksesan sebuah serial drama. Untuk itu, dibutuhkan seorang penulis naskah yang baik pula.
Hingga saat ini penulis naskah kurang diperhatikan oleh para penikmat serial drama Korea. Padahal, tanpa keberadaan mereka tentunya orang-orang tidak akan sanggup menikmati sebuah serial drama yang bagus dan selalu membuat kita merasa penasaran untuk menontonnya hingga tamat, alias ketagihan. Namun ada sepasang kakak-beradik penulis naskah serial drama yang terkenal berkat karya-karya. Mereka adalah Hong Jung Eun dan Hong Mi Ran, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hong bersaudara, atau Hong sisters.
Hong Jung Eun, sang kakak yang lahir pada tahun 1974, dan Hong Mi Ran, sang adik yang lahir pada tahun 1977, terkenal sebagai sepasang penulis naskah bertangan dingin yang telah melahirkan berbagai serial drama fenomenal. Siapa yang tidak tahu serial “My Girlfriend is a Gumiho” yang dibintangi oleh duet Shin Min Ah dan Lee Seung Gi? Atau serial “You’re Beautiful” dengan Park Shin Hye dan Jang Geun Suk sebagai pentolannya? Atau yang sudah menggemari serial drama Korea dari jaman dulu, pasti masih ingat dengan serial “Sassy Girl Choon Hyang” dan “My Girl” yang telah beberapa kali diputar di stasiun televisi swasta Indonesia. Ya, Hong sisters adalah otak dibalik suksesnya serial-serial tersebut.
Sejak mengawali debut mereka sebagai screenwriter pada awal tahun 2005 dengan serial “Sassy Girl Choon Hyang”, Hong sisters tidak pernah mengecewakan para penonton. “Sassy Girl Choon Hyang”, atau yang juga dikenal dengan judul “Delightful Girl Choon Hyang” ini menembus rating dengan angka lebih dari 30 persen penonton, dan menduduki peringkat pertama untuk slot waktu Senin dan Selasa malam. Serial berjumlah 17 episode ini dibintangi oleh aktris cantik Han Chae Young, serta aktor Jae Heed an Uhm Tae Woong. “Sassy Girl Choon Hyang” meraih popularitas tinggi tidak hanya di Korea Selatan saja, melainkan juga seantero Asia.
Pada akhir tahun 2005, duo Hong sisters kembali dengan serial berjudul “My Girl”. Kali ini mereka memasang duet aktris Lee Da Hae dan aktor Lee Dong Wook sebagai pemeran utama. Serial berjumlah 16 episode ini meraih rating hampir 30 persen dan menempati peringkat lima besar untuk slot waktu Rabu dan Kamis malam pada waktu itu. Menyusul serial Hong sister sebelumnya, kesuksesan serial ini pun semakin membuat nama Hong sister dikenal di kalangan sineas drama Korea Selatan.
Hong sisters kembali berkarya pada tahun 2006 lewat serial “Couple of Fantasy”. Ini adalah karya pertama mereka yang merupakan adaptasi dari sebuah film asing berjudul “Overboard” yang dirilis pada tahun 1987. Serial yang dibintangi oleh aktris Han Ye Seul dan aktor Oh Ji Ho ini menembus angka rating 20 persen dan menduduki peringkat sepuluh besar untuk slot waktu penayangan Sabtu dan Minggu malam. Serial berjumlah 16 episode ini meraih banyak penghargaan pada ajang MBC Drama Awards, termasuk untuk kategori Best Drama dan Best Couple.
Setelah hiatus selama tahun 2007, Hong sisters kembali menggebrak dunia pertelevisian Korea Selatan dengan serial “Hong Gil Dong” pada tahun 2008. Serial berjumlah 24 episode yang bercerita tentang tokoh fiktif dari era Joseon bernama Hong Gil Dong ini meraih popularitas tinggi sekaligus melambungkan nama-nama pemain di dalamnya, seperti Kang Ji Hwan, Sung Yuri dan Jang Geun Suk. Ini adalah serial pertama yang mereka garap dengan setting masa kerajaan Joseon, namun sama sekali tidak mengurangi esensi dan kekhasan cerita dari Hong bersaudara.
Pada tahun 2009, Hong sisters menggarap serial “You’re Beatiful”. Aktor tampan Jang Geun Suk kembali bekerja sama untuk kedua kalinya, kali ini sebagai tokoh utama bersama dengan aktris Park Shin Hye dan vokalis band CN Blue, Jung Yong Hwa. Serial berjumlah 16 episode ini, sekali lagi, jauh dari kata mengecewakan dan meraih popularitas di seantero Asia. Apalagi didukung dengan deretan lagu-lagu pengisi soundtrack yang enak didengar, karena serial ini merupakan serial drama musikal yang pertama mereka garap.
“My Girlfriend is a Gumiho”, ditayangkan pada tahun 2010, adalah karya Hong sisters yang keenam. Sebagai salah satu drama yang paling diantisipasi oleh para pecinta serial drama Korea, serial ini meledak di pasaran. Penonton berhasil dibuat terpikat dengan karakter dan jalan cerita di dalamnya, terutama pasangan Shin Min Ah dan Lee Seung Gi sebagai pemeran tokoh utama. Serial berjumlah 16 episode ini meraih rating dan popularitas tinggi di Asia. Serial yang juga dikenal dengan judul “My Girlfriend is a Nine-Tailed Fox” ini merajai rating untuk slot waktu Rabu dan Kamis malam pada waktu itu.
Hong sisters berkarya pada tahun 2011 lewat serial “The Greatest Love”, atau yang juga dikenal dengan judul “Best Love”. Serial berjumlah 16 episode yang dibintangi oleh Gong Hyo Jin dan Cha Seung Won ini menduduki peringkat pertama untuk rating pada slot waktu Rabu dan Kamis malam. Puncaknya, serial ini menyabet banyak penghargaan dalam ajang MBC Drama Awards, termasuk untuk kategori Drama of the Year, Best Couple, dan untuk pertama kalinya, serial ini berhasil mempersembahkan Writer of the Year Award kepada Hong sisters.
The Hong sisters telah membuktikan sekali lagi kepiawaian mereka dalam membuat karya drama yang mampu menyihir penonton hingga terhanyut pada alur cerita. These two siblings have a great talent for writing romantic comedies, funny, sad, and always heartwarming. Known for their witty style and use of common things that become symbols of love for the characters, they are, by far, one of the most innovative pair of screen writers to date amongst the Korean drama wave, if not the world. Penulis yang mendapat julukan sebagai ‘dynamic writing duo’ ini berhasil dalam segala lini cerita. Mulai dari kisah cinta remaja, dewasa, fiksi fantasi, musikal, drama saeguk, dan lain sebagainya. Mereka menghadirkan kisah yang segar dengan ide-ide out of the box, bahkan berhasil mengubah seorang siluman rubah berekor sembilan menjadi wujud yang menggemaskan dan lovable. Apapun ide ceritanya, nampaknya The Hong sisters mampu menjadikannya magis yang menyihir penontonnya untuk setia sampai akhir episode. Dari tangan ajaib mereka, karya-karya magis itu dihasilkan.
Banyak aktor dan aktris yang berhutang budi pada Hong sisters. Berkat bermain dalam serial drama buatan mereka, aktor dan aktris ini meraih ketenaran bahkan sederet penghargaan atas perannya dalam serial tersebut. Sebut saja aktris Han Chae Young, Lee Da Hae, Sung Yuri, Han Ye Seul dan Park Shin Hye. Kesemuanya meroket popularitasnya setelah membintangi serial drama karya Hong sisters, bahkan meraih penghargaan sebagai Best Actress dalam berbagai ajang. Tidak hanya mereka yang berperan sebagai tokoh utamanya saja yang meraih popularitas tinggi, melainkan juga pemeran-pemeran pendukungnya. Maka dari itu, bermain dalam serial drama karya Hong sisters merupakan berkah kebanggaan tersendiri bagi para artis Korea Selatan.
Hong Jung Eun dan Hong Mi Ran kembali menelurkan karyanya pada tahun 2012 ini. Serial tersebut berjudul “Big”, yang akan tayang perdana pada tanggal 4 Juni 2012 di stasiun televisi KBS2. Serial yang dibintangi oleh aktor Gong Yoo, aktris Lee Min Jung dan personel girl group Miss A, Suzy ini diadaptasi dari sebuah film asing berjudul sama yang dibintangi oleh Tom Hanks pada tahun 1988. Ini merupakan serial adaptasi kedua Hong sisters setelah “Couple of Fantasy”. Setiap karya Hong sisters selalu menjadi sorotan dan ulasan berita. Karya mereka adalah karya yang paling ditunggu-tunggu, termasuk “Big”. Let’s be anticipated and see how magic this would be.
Day 30 #31harimenulis
@3 days ago with 1 noteCuts from “Rooftop Prince” episode 11.
I felt my heart melting every time I see how Lee Gak stares at Park Ha. Those eyes were saying, “This is my heart, please acknowledge, I love you.” The way he looked deep down into Park Ha’s eyes, omo~ I just can’t stand, it’s so melting.
I’ve watched so many dramas with great couples. But since I watch “Rooftop Prince”, Lee Gak and Park Ha couple is topping up the most favourite list in all of sudden.
“Cinta bukanlah dependensi, melainkan keutuhan yang dibagi.” –Dewi Lestari
Dewi Lestari “Dee” Simangunsong, lahir pada tanggal 20 Januari 1976 di Bandung, Jawa Barat, Indonesia, adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu yang juga tersohor sebagai seorang penulis. Pada awalnya orang-orang hanya mengenal sosok Dewi Lestari sebagai salah satu personel dari trio grup vokal Rida Sita Dewi (RSD). Namun sejak novel pertamanya yang rilis di pasaran pada tahun 2001, “Supernova: Ksatria, Putrid an Bintang Jatuh”, Dewi Lestari mulai dikenal luas sebagai seorang novelis dengan nama Dee. Dapat dihitung dengan jari, entertainer yang bermula dari bintang depan layar yang kemudian sukses menjadi seorang penulis, danDee adalah salah satunya. Hingga kini, ia telah menerbitkan delapan buah buku yang terjual hingga jutaan eksemplar di seluruhIndonesia.
Sebelum terbitnya “Supernova”, tidak banyak orang yang tahu kalauDeetelah sering menulis. Tulisan Dee pernah dimuat di beberapa media. Salah satu cerpennya berjudul “Sikat Gigi” pernah dimuat di buletin seni terbitanBandung, Jendela Newsletter, sebuah media berbasis budaya yang independen dan berskala kecil untuk kalangan sendiri. Tahun 1993, ia mengirim tulisan berjudul “Ekspresi” ke majalah Gadis yang saat itu sedang mengadakan lomba menulis dimana ia berhasil mendapat hadiah juara pertama. Tiga tahun berikutnya, ia menulis cerita bersambung berjudul “Rico theCoro” yang dimuat di majalah Mode. Bahkan ketika masih menjadi siswa SMU Negeri 2 Bandung, ia pernah menulis sendiri 15 karangan untuk buletin sekolah.
Novel pertamaDee, “Supernova: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh”, terbit pada tanggal 16 Februari 2001. Novel ini sangat sensasional dan laku sebanyak laku 12.000 eksemplar dalam tempo 35 hari dan terjual sampai kurang lebih 75.000 eksemplar. Pada bulan Maret 2002, Dee meluncurkan “Supernova: The Knight, the Princess and the Falling Star” edisi Inggris untuk menembus pasar internasional dengan menggaet Harry Aveling, seorang ahli dalam urusan menerjemahkan karya sastraIndonesiake bahasa Inggris. “Supernova” pernah masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award (KLA) yang digelar QB World Books. Dalam ajang tersebut, karyaDeebersaing bersama para sastrawan kenamaan seperti Goenawan Muhammad, Danarto, Dorothea Rosa Herliany, Sutardji Calzoum Bachri dan Hamsad Rangkuti.
Sukses dengan novel pertamanya,Deemeluncurkan novel keduanya, “Supernova: Akar” pada tanggal 16 Oktober 2002. Meskipun sempat menghadirkan kontroversi di kalangan umat Hindu, novel ini kembali masuk nominasi KLA. Novel ini terjual lebih dari 65.000 eksemplar. Pada tahun 2004,Deemerilis novel ketiganya, “Supernova: Petir”. Lama tidak menghasilkan karya, pada tahun 2006,Deemerilis novel terbarunya yaitu “Filosofi Kopi” yang disusul “Rectoverso” pada bulan Agustus 2008. “Rectoverso” merupakan karya paduan fiksi dan musik. Tema yang diusung adalah ‘Sentuh Hati dari Dua Sisi’. Istilah ‘recto verso’ sendiri merupakan pengistilahan untuk dua citra yang seolah terpisah tapi sesungguhnya satu kesatuan yang saling melengkapi. Buku “Rectoverso” terdiri dari sebelas fiksi dan sebelas lagu yang saling berhubungan. Tagline dari buku ini adalah ‘Dengar Fiksinya, Baca Musiknya’.
Pada Agustus 2009, Deemenerbitkan novel “Perahu Kertas”. Naskah novel ini awalnya ditulis Deepada tahun 1996. Namun karena sempat mengalami mati suri selama kurang lebih sebelas tahun, akhirnya Deemenulis ulang novel ini pada akhir tahun 2007. “Perahu Kertas” merupakan novel pertama Deeyang ber-genre populer, karena novel-novel sebelumnya kebanyakan berjenis fiksi ilmiah. Dalam proses penulisan ulang tersebut,Dee mencanangkan program menulis 55 hari untuk melahirkan kembali sebuah “Perahu Kertas”. Setelah diluncurkan dalam bentuk novel digital pada tahun 2008, akhirnya “Perahu Kertas” terbit dalam bentuk fisik pada tahun 2009.
Tahun 2012 ini, Deekembali merilis novel lanjutan serial “Supernova”. Novel ini merupakan salah satu novel yang paling ditunggu-tunggu oleh para penggemar Deedan penyimak serial “Supernova”, karena seri yang terakhir kali terbit adalah pada tahun 2004. “Supernova: Partikel” bahkan sudah tenar sebelum diluncurkan. Di situs-situs yang disediakan untuk pre-order, novel ini menduduki urutan pertama bestseller atau Top 10 Books. “Supernova: Partikel” sudah naik cetak dua kali sebelum dirilis. Akhirnya, setelah delapan tahun lamanya, penantian panjang para pembaca “Supernova” pun berbuah manis. “Supernova: Partikel” terbit pada tanggal 13 April 2012.Dee menyatakan bahwa seri “Supernova” ini akan berlanjut hingga buku keenam. Kisah seru dan penuturanDee yang lugas dalam serial ini akan selalu membuat “Supernova” menjadi buku yang paling ditunggu-tunggu oleh para pembaca. Terus menulis,Dee, kami selalu menunggu karya-karyamu.
“Se-absurd apa pun, saya selalu mengupayakan ruang utk menelisik (tanpa harus sepakat) sesuatu, karena di sana bisa jadi ada kebenaran yg terpinggirkan.” –Dewi Lestari
Sumber: http://id.wikipedia.org/Dewi_Lestari
Hari ke-29 #31harimenulis
@5 days agoKristen Stewart for ELLE UK, June 2012.
“Bestfriends are the world’s greatest treasures.”
“Gini nih enaknya sahabatan, kumpul bersebelas, satu sedih sepuluhnya menghibur sepenuh hati. :)) Gini nih enaknya sahabatan, 4 orang pria berkelakuan mesum, 7 orang wanita tetap tersenyum :) *sambil nyiram bensin terus dilempar korek. Liat twit-twit tentang #komedian jadi terharu. Betapa berartinya kalian dalam perjalanan hidup aku. Hebat yaa 11 orang bisa klop jadi satu. :’))” –Cut Medika Zellatifanny
“Senangnya punya teman-teman oke nan kece dan agak sedikit somprak di bangku kuliah ini. Aahh I love you full #komedian. Berawal dari satu konsentrasi, satu tugas, dan akhirnya menjadi satu kelompok #komedian. Kelompok yang berisi anak media dengan bakat ngelawak :D” –Fachnia Dwi Zettira
Sahabat adalah harta karun terbesar yang dapat manusia temukan dalam hidup. Aku adalah satu dari segelintir manusia beruntung yang sanggup menemukannya. Mereka adalah Komedian. Komedian, sebelas orang termasuk aku, adalah kumpulan manusia dengan pribadi yang berbeda-beda, yang dipertemukan dan dipersatukan oleh sesuatu tak kasat mata bernama takdir. Takdir itu berupa kuliah dan tugas. Memiliki Komedian adalah salah satu babak terindah dalam hidupku. Sesuatu yang sangat berharga. Sesuatu yang selalu aku syukuri. Komedian. Sebelas orang, satu kebersamaan. Anggie Pradani, Dangan Prasetya, Fachnia Dwi Zettira, Mashita Fandia, Dimas Ramadhani, Amalia Ajeng Damayanti, Blasius Abram Agastya Wisesa, Cut Medika Zellatifanny, Khalifardi Utama, Azizah Laurensia Achmad dan Karla Sekar Arum.
Semua bermula dari tugas kuliah. Itulah yang mempersatukan kami pada awalnya. Semester genap tahun 2010, kami yang sama-sama tergabung dalam konsentrasi Media dan Jurnalisme di kampus kami, dipersatukan oleh sebuah tugas dalam mata kuliah bernama Reportase. Tugas waktu itu adalah melakukan reportase tengah malam. Maka bergabunglah kami, tujuh orang perempuan dan empat orang laki-laki. Meskipun terpisah dalam dua kelompok, namun kami pergi melakukan reportase tengah malam itu bersama-sama. Sejak saat itu, mata kuliah demi mata kuliah, tugas kelompok demi tugas kelompok, kami hadapi dan lalui bersama.
Puncaknya ketika kami ber-sebelas bergabung bersama dalam tugas kelompok mata kuliah Program Siaran Televisi pada semester genap tahun 2011. Semua sangat di luar dugaan ketika akhirnya program “Jendela Anak” keluar sebagai program terfavorit dan terbaik dalam pitching yang diadakan di penghujung semester. Berbagai kendala baik itu teknis maupun non-teknis memang sempat menyandung kami. Mulai dari susahnya mengatur jadwal dengan lokasi syuting dan talent-talent berbakat yang kami gunakan jasanya. Hingga waktu editing yang sangat mepet yang membuat hasil awal yang dikumpulkan dan dipresentasikan di depan teman-teman sangatlah ‘apa adanya’. Bahkan beberapa dari kami sempat merasa pesimis dengan hasil yang akan kami capai.
Setelah hari-hari yang penuh ketegangan antara satu sama lain dalam kru. Setelah syuting-syuting yang melelahkan dari pagi hingga malam hari. Setelah proses editing yang membuat sang editor tak tidur beberapa hari, bahkan kami semua sampai menemani sang editor pada suatu malam hingga dini hari di rumahnya. Sungguh pencapaian yang luar biasa bagi kami, mengingat betapa kerasnya perjuangan yang telah kami lalui, itu sangat mengharukan. Dalam melakukan tugas ini kami berpedoman untuk melakukan dengan santai, tapi secara sungguh-sungguh. Sebelas orang dengan karakter yang berbeda-beda, tidak mungkin apabila segala yang kami lakukan selalu berjalan mulus dan lancar. Begitu banyak halangan, rintangan dan hambatan yang kami hadapi. Begitu banyak cek-cok yang terjadi antara dua atau lebih pihak di dalamnya. Namun semuanya berhasil kami lalui hingga kini. Dengan kerja keras, ketekunan, banyak berdoa dan (tentunya) banyak tertawa, kami Komedian Production berhasil menyelesaikan sebuah program acara televisi berjudul “Jendela Anak”.
Katanya, perselisihan dalam persahabatan itu biasa. Justru kadang perselisihan itulah yang akan semakin mempererat sebuah persahabatan. Pertemanan kami Komedian tentunya bukan tanpa cela. Sempat beberapa dari kami terlibat insiden tidak mengenakkan satu sama lain, entah itu bertengkar, saling diam dan tidak bertegur sapa, semuanya akibat berselisih pendapat. Maklum saja, sebelas kepribadian dan sebelas pemikiran yang berbeda-beda dijadikan satu, tidak mungkin akan selamanya selalu sejalan tanpa ada perbedaan pendapat. Namun itu semua pada akhirnya hanya menjadi sebuah cerita lucu yang kami tertawakan di masa depan. Bahwa ketika mengenangnya, kami hanya akan mengingat betapa komplit persahabatan kami.
Setiap saat yang aku lalui bersama sahabat-sahabat Komedian-ku selalu penuh tawa canda dan kenangan. Tak ada yang membosankan dan tak ada kata cukup ketika sedang menghabiskan waktu bersama mereka. Bersama mereka, tugas yang berat akan terasa ringan, pikiran yang penat akan menjadi segar, dan hati yang keruh akan berubah cerah. Di masa depan aku akan sangat merindukan semua kebersamaan kami. Komedian night out, bercanda di jalan raya, bahkan ketika berhenti di lampu merah, menonton film horor komedi di Movie Box, karaoke bersama sampai serak, makan dan nongkrong di warung burjo Samiasih, menonton bioskop bersama, curhat-curhatan bersama, semuanya. Semua yang telah kami lalui bersama.
Komedian, terima kasih telah memberi satu babak terindah dalam hidupku. Terima kasih untuk selalu ada dan mendampingi, bahkan pada masa-masa paling terpurukku. Terima kasih atas segala kebersamaan, canda tawa, cerita yang dibagi, dan kenangan. Terima kasih atas ukiran senyuman dan untaian kisah yang kita rangkai bersama selama ini. Semuanya tak akan terlupakan. Sukses untuk kita semua. Cheers! :”D
“Ini kenangan yang gak hanya dikenang. Ini kenangan untuk diceritakan, dibanggakan, dirindukan. Inilah #komedian” –Dangan Prasetya
“Satu lagi cerita sudah dibuat, tersimpan baik-baik di memori. Untuk kita putar nanti, di masa depan. Terimakasih #komedian :)” –Amalia Ajeng Damayanti
Hari ke-31 #31harimenulis
* Dipersembahkan untuk para sahabat Komedian. Dulu, sekarang, dan selamanya.
@2 days ago with 2 notesCuts from “Rooftop Prince”.
Every time I see Lee Gak and Park Ha get along very well together, I forget that Lee Gak is more than 300 years older than Park Ha. :)) But their chemistry is got me so. They laugh together, cry together, even have a cat-fight very often, but still, they love each other very nicely. :’)
Park Yoochun as Crown Prince Lee Gak in “Rooftop Prince”.
I’m officially in love with
Park YoochunCrown Prince Lee Gak character in “Rooftop Prince” drama series. He’s so charming, and I love his style and fashion taste in this drama. Every time I see him wearing jumper/hoodie, my heart goes bang bang BOOM!!! ><
This scene from “Rooftop Prince” drama series, when Park Ha saw the man she loves, Lee Gak, with another woman, Se Na. She saw them from a far, shocked, then she turned her head away.
Somehow I know exactly how Park Ha feels at that time. I know it very well. How painful to see the man you love standing with another woman. Yes, I do know it well. :”(
Lee Gak: ”Why are you doing this to me? Why are you making me this way?! All day yesterday my chest was crushed and pounding and suffocated, it felt like it would burst! I couldn’t breathe and I thought I was going crazy! No matter how I shouted or kicked, none of it made me feel any better! But now that I’ve seen your face, I understand. I… missed you all day long. I like you.”
Park Ha: “You’re always doing things your way.”
(via ohyeahdrama-addict)